VIDEO – MANASIK HAJI & UMRAH

kaaba-26

Tata Cara Manasik Umroh
1. Berangkat menuju Miqat. 
Miqat adalah sebuah tempat dimana kita memulai niat Umroh dan mulai mengenakan pakaian Ihram.

Miqat ada dua macam:
Miqat Zamani (Waktu): Yaitu bulan-bulan Syawwal, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah sampai dengan 9 Dzul Hijjah.
Miqat Makani (Tempat): Tempat-tempat yang ditentukan untuk memulai berniat melaksanakan ibadah umrah.

Ihram juga merupakan satu keadaan yang perlu dimasuki orang Islam untuk melakukan Haji atau Umrah. Pakaian Ihram dapat kita pakai semenjak kita berada di Madinah, akan tetapi untuk memulai niat Umroh diharuskan berada pada tempatnya yaitu di Bir Ali. Ketika berpakaian Ihram setelah niat maka selanjutnya melaksanakan Shalat Sunnah Ihram Sebanyak 2 raka’at.

Niat Umroh : “Labaikallohumma Umrotan”
Artinya : “Saya penuhi panggilanMU Yaa Allah untuk melaksanakan Umroh”

2. Larangan dalam berihram. 
Setelah kita berpakaian Ihram dan berniat umroh, kita tidak diperbolehkan untuk:

  • Memakai wangi-wangian (deodorant),
  • Mandi menggunakan sabun,
  • Sikat gigi dengan memakai odol,
  • Memakai kopiah (topi) atau pakaian yang lainnya.
  • Dan tidak boleh berhubungan suami istri (melakukan sex)

3. Doa Talbiyah
Ketika perjalanan menuju ke Mekah, harus dibarengi (sambil dilaksanakan) membaca Doa Talbiyah sebanyak-banyaknya (semampunya).

Doa Talbiyah : “Labaikallumma Labaik, Labbaikala Sayarikalakalabaik, Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, Laa syarikalah”
Artinya : “Aku penuhi panggilanMU Yaa Allah, Aku penuhi panggilanMU, tidak ada sekutu bagiMU, aku penuhi panggilanMU. Sesungguhnya segala pujian dan kenikmatan adalah milikMU dan juga kerajaan tidak ada sekutu bagiMU”

4. Thawaf
Ketika kita sampai di Masjidil Haram (Mekah) kita harus melakukan Thawaf mengelilingi Ka’bah 7 putaran.
Putaran kesatu sampai ketiga dilakukan dengan berlari – lari kecil
Putaran keempat sampai ketujuh dilakukan dengan berjalan saja.
Tempat memulai Tawaf : garis lurus antara pintu ka’bah dan tanda lampu yang letaknya berada di sisi mesjid.
Ketika sampai pada garis lurus ini kita diharuskan menghadap Ka’bah dan melambaikan tangan sebanyak 3 kali dan mengucapkan  :

“Bissmillah, Allahu Akbar”
Artinya : “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”

Sepanjang tawaf ini kita diharuskan membaca doa, untuk memudahkannya bisa dengan hanya membaca doa : “Robbana atina fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina adza bannar.”

5. Melakukan Shalat 2 raka’at di depan Maqam Nabi Ibrohim Alaihissalaam.
6. Meminum air zam – zam.

7.Sa’i
Melakukan Sa’i antara Shofa dan Marwa, sebanyak 7 Kali pulang pergi. Urutan untuk memudahkan cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

  1. Dari bukit Shofa menuju bukit Marwa (dihitung 1x)
  2. Dari bukit Marwah menuju bukit Shofa (dihitung 2x)
  3. Dari bukit Shofa menuju bukit Marwa (dihitung 3x)
  4. Dari bukit Marwah menuju bukit Shofa (dihitung 4x)
  5. Dari bukit Shofa menuju bukit Marwa (dihitung 5x)
  6. Dari bukit Marwah menuju bukit Shofa (dihitung 6x)
  7. Dari bukit Shofa menuju bukit Marwa (dihitung 7x)

8. Tahalul (bercukur)
Melakukan Tahalul ( cukur rambut ), Bisa dicukur sebagian atau semuanya. Sangat disarankan untuk dicukur semua. Kegiatan Tahalul ini biasanya dilakukan saat kita selesai sa’i, sampai di bukit Marwa, sebagai simbol selesainya pelaksanaan kegiatan Umroh.

 

Leave a comment